Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Bandung

STOP Bullying, Mulai dari Pesantren Ramah Anak

Bandung – Pesantren Unggulan Daarul Qur’an Bandung melalui SMP Daarul Qur’an melaksanakan penandatanganan Deklarasi Anti Bullying Tahun Ajaran 2025–2026 pada Senin (12/01/2026) di ruang multimedia pesantren. Kegiatan ini ditandatangani oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh santri, serta turut diikuti oleh perwakilan tenaga pendidik SMA Daarul Qur’an Bandung sebagai simbol kebersamaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan pesantren.

Upaya tersebut menjadi semakin relevan mengingat praktik bullying atau perundungan di satuan pendidikan masih ditemukan hingga tahun 2025. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat lebih dari 1.000 kasus perundungan sepanjang 2025, dengan sekitar 16% terjadi di lingkungan sekolah dasar dan menengah. Data ini menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan perlu terus diperkuat sebagai ruang yang inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kepala SMP Daarul Qur’an Bandung, Ust. Achmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa pencegahan bullying berangkat dari budaya dan keteladanan. “Pesantren dan Sekolah ramah anak bukan hanya soal aturan, tetapi tentang budaya saling menghargai dan empati dalam keseharian,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ketika santri merasa aman dan dihargai, proses belajar akan tumbuh lebih bermakna.” Melalui deklarasi ini, Pesantren Unggulan Daarul Qur’an Bandung terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang menenangkan, penuh kepedulian, dan berorientasi pada pembinaan karakter santri secara berkelanjutan.

Oleh Admin